Memilihmu, Meski Dunia Tidak (written by Ary-sensei)
Naya tidak pernah berani menatap Arka terlalu lama. Bukan karena takut. Tapi karena setiap kali mata mereka bertemu, jantungnya seperti lupa cara berdetak dengan normal. Ia menyukai Arka sejak hari pertama ospek—saat cowok itu berdiri di depan, menjelaskan sesuatu dengan tenang dan percaya diri. Semua orang melihat Arka sebagai sosok yang ideal. Pintar. Sopan. Anak baik-baik. Dan Naya tahu satu hal tentang Arka yang tidak semua orang tahu: Ia adalah anak yang selalu menuruti orang tuanya. Itu yang membuat Naya tak pernah berani berharap terlalu jauh. Awalnya, kedekatan mereka terjadi tanpa sengaja. Satu kelompok tugas. Satu diskusi panjang yang berubah menjadi obrolan tentang mimpi. Dari mimpi berubah menjadi cerita masa kecil. Dari cerita masa kecil berubah menjadi kebiasaan saling mencari. Suatu malam, Arka berkata pelan, “Kenapa ya… kalau sama kamu rasanya rumah?” Naya tersenyum, tapi tidak menjawab. Ia takut kalau itu hanya perasaan sepihak. Sampai akhirnya, Arka yang lebih ...