Cerita Cinta: Kau Beriku Harapan
Hujan turun pelan di kaca kafe ketika Veyra duduk sendirian sambil menatap jalanan kota yang mulai sepi. Ia baru saja kehilangan banyak hal dalam hidupnya—pekerjaan, beberapa teman, dan seseorang yang dulu berjanji akan tetap tinggal. Sejak saat itu, Veyra selalu merasa dunia terlalu cepat meninggalkannya. Malam itu ia bertemu Kaizen, pria yang duduk di meja dekat jendela dengan buku tua di tangannya. Kaizen bukan tipe orang yang banyak bicara, tetapi setiap kalimatnya terasa tenang. “Kadang hidup tidak menghancurkan kita,” ucapnya pelan tanpa menoleh, “kita hanya terlalu takut menerima bahwa beberapa hal memang tidak ditakdirkan menetap.” Veyra mengernyit kecil. Aneh sekali, tetapi untuk pertama kalinya ada seseorang yang tidak berusaha menghiburnya dengan kata-kata kosong. Hari-hari berikutnya, mereka mulai sering bertemu. Kaizen selalu terlihat seperti laut di malam hari—diam, gelap, tetapi menenangkan. Ia mengajarkan Veyra menikmati hal-hal kecil: aroma kopi hangat, sua...