Si Pemburu Nyamuk (written by Ary-sensei)
Setahun ini entah ke mana perginya musim kemarau. Langit seolah jatuh cinta pada hujan dan tak mau berhenti menangis. Genangan air muncul di mana-mana: di selokan, di halaman, bahkan di pot bunga yang lupa dikosongkan. Tak heran, penyakit berdatangan dan nyamuk berkembang biak seperti pasukan tanpa akhir. Fredo adalah salah satu korbannya. Malam itu, ia duduk di meja belajar dengan mata berat. Buku terbuka, pena di tangan, tapi pikirannya sudah melayang-layang. Baru saja ia menguap lebar ketika terdengar dengungan menyebalkan di dekat telinganya. “Ngggiiing…” Satu nyamuk melintas. Lalu dua. Lalu banyak. Fredo menyipitkan mata. “Oh, jadi kalian mau perang?” Ia meraih raket nyamuk kesayangannya. Sekali ayun—clek!—satu tumbang. Dua ayun—clek clek!—dua lagi hilang. “Jangan main-main sama Fredo, pemburu nyamuk profesional!” Beberapa menit kamar kembali sunyi. Fredo duduk dengan senyum kemenangan. Kantuknya raib, diganti rasa bangga seperti pahlawan habis menyelamatkan dunia. Nam...