Cerpen Drama: Menunggumu di Setiap Hujan (Bagian 2)
Bagian 2: Yang Tertinggal dan Tak Bisa Kembali Sudah hampir satu tahun sejak hari itu. Dito masih datang ke tempat yang sama setiap kali hujan turun–teras rumah, kursi kayu, dan secangkir teh yang sering kali dibiarkan dingin. Orang-orang bilang waktu bisa menyembuhkan. Tapi tidak ada yang bilang... kalau waktu juga bisa membuat rindu semakin dalam. Suatu sore, saat hujan turun lebih pelan dari biasanya, Dito melihat sesuatu yang berbeda. Seorang perempuan berdiri di ujung jalan, memakai payung transparan. Dan untuk sesaat... dunia seperti berhenti. “Helda...? bisik Dito hampir tak percaya. Perempuan itu melangkah mendekat. Wajahnya sama. Senyumnya hampir sama. Tapi matanya tidak lagi seperti dulu. “Aku cuma sebentar,” kata Helda pelan. Dito berdiri, langkahnya ragu. “Kenapa kamu baru datang sekarang?” Helda menunduk. “Karena aku tidak seharusnya datang lagi”. Kalimat itu terasa seperti sesuatu yang menusuk pelan, tapi dalam. “Aku sakit serius, Dit,” katanya. “Waktu itu... aku pu...