Ketika Cinta Belajar Mengerti - Bagian 3
Bagian 3 — Pelukan yang Tidak Pernah Pergi Arga masih diam. Memberinya waktu untuk jujur pada perasaannya sendiri. “Aku kangen pesanmu,” lanjut Laila dengan suara yang hampir pecah. “Kangen kamu yang selalu nanya aku sudah makan atau belum.” Air mata akhirnya jatuh di pipinya. “Aku juga sadar sesuatu…” “Apa?” tanya Arga pelan. Laila menarik napas dalam. “Aku cemburu sama adik-adikmu.” Arga sedikit terkejut. Tapi tidak marah. “Aku merasa mereka lebih penting dari aku,” lanjut Laila jujur. Arga menggeleng pelan. “Kamu salah kalau berpikir begitu.” “Lalu kenapa kamu selalu bersama mereka?” Arga tersenyum kecil. Ada kelelahan di wajahnya. “Karena mereka masih butuh aku.” Ia berhenti sejenak. “Tapi itu tidak pernah berarti kamu tidak penting.” Mata Laila kembali berkaca-kaca. “Aku terlalu egois ya?” Arga menggeleng lagi. “Kamu cuma takut kehilangan.” Kalimat itu membuat tangisan Laila pecah. “Aku memang takut kehilangan kamu,” katanya liri...