DITO YANG CUEK (written by Ary-sensei)
Senja itu Rena berjalan di samping Dito seperti biasa. Langkah mereka sejajar, tapi rasanya hati Rena selalu tertinggal beberapa meter di belakang. Dito memasukkan tangannya ke saku jaket. Tatapannya lurus ke depan. Tenang. Diam. Cuek. Dan lagi-lagi… tidak menggenggam tangan Rena. Rena menggigit bibirnya. “Dit…” panggilnya pelan. “Hm?” “Kamu capek sama aku ya?” Dito berhenti berjalan. “Kenapa tiba-tiba nanya gitu?” Rena mengangkat bahu, pura-pura santai. “Enggak apa-apa.” Padahal dadanya penuh. Sudah berapa lama mereka pacaran? Hampir setahun. Tapi Dito tidak pernah bilang “I love you.” Tidak pernah memeluk duluan. Bahkan menggenggam tangan pun hampir selalu Rena yang memulai. Di media sosial, Rena sering lihat pasangan lain saling pamer pelukan, kata manis, kejutan kecil. Sementara Dito? Selalu ada, tapi terasa jauh. Mereka duduk di bangku taman dekat danau. Angin sore meniup rambut Rena lembut. “Kamu dingin banget sih,” kata Rena tiba-tiba. Dito menoleh. “Aku kenapa lagi?” “Kam...