Cerpen Drama: Pesan Yang Tak Pernah Terbaca - Bagian 2
Bagian 2 — Hal yang Tidak Tertulis Hari itu hujan turun lebih lama dari biasanya. Kantor mulai sepi. Satu per satu orang pulang, menyisakan suara tetesan air di jendela. Nadira masih di mejanya, pura-pura sibuk. “Belum pulang?” Suara itu lagi. Nadira menoleh. Arka berdiri di sana, memegang tasnya. “Sebentar lagi,” jawab Nadira. Arka mengangguk, tapi tidak langsung pergi. “Aku boleh jujur?” katanya tiba-tiba. Nadira menegang sedikit. “Apa?” Arka menarik napas pelan. “Lo berubah.” Langsung. Tanpa basa-basi. Nadira tidak menjawab. “Kalau aku salah, bilang aja. Tapi… rasanya kayak lo lagi menjauh.” Hening. Suara hujan semakin jelas terdengar. “Aku…” Nadira membuka suara, tapi kalimatnya menggantung. Apa yang harus dia bilang? Bahwa semuanya karena sesuatu yang bahkan tidak bisa dilihat? “Karena aku?” tanya Arka lagi, lebih pelan. Nadira menatapnya. Dan untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang tidak pernah ia perhitungkan sebelumnya—ketulusan....